El Nino yang kuat biasanya memicu cuaca panas dan kering di sebagian Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Australia, meningkatkan kemungkinan kekeringan dan kebakaran hutan.
El Nino juga dapat melemahkan monsun India dan membawa kondisi yang lebih kering ke bagian utara Tanduk Afrika. Di sisi lain, curah hujan yang lebih deras dapat meningkatkan risiko banjir di Amerika Serikat bagian selatan.
El Nino di masa lalu kerap memicu lonjakan harga pangan dan kerugian pendapatan global senilai ratusan miliar atau bahkan triliunan dolar, karena kegagalan panen dan gangguan perdagangan berdampak pada rantai pasokan dan perekonomian. (Wahyu Dwi Anggoro)