IDXChannel - Pelayaran kapal melalui Selat Hormuz meningkat tajam setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara Amerika serikat (AS) dan Iran.
Namun, pemulihan di jalur perdagangan energi utama tersebut masih rapuh.
Menurut data MarineTraffic, terdapat 71 kapal yang dikonfirmasi melalui Selat Hormuz antara 19 dan 21 Juni.
Dilansir dari Anadolu pada Selasa (23/6/2026), jumlah terbanyak dicatat pada 20 Juni dengan 35 kapal.
Namun, lalu lintas belum sepenuhnya normal. MarineTraffic mengatakan bahwa aktivitas pelayaran masal di bawah level pra-perang.
Sementara itu, banyak kapal juga masih mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) saat melintasi Selat Hormuz karena khawatir diserang.