Erick menambahkan, Indonesia Youth Summit akan melibatkan kerja sama dengan sembilan negara sebagai bagian dari upaya saling belajar dan membandingkan praktik terbaik pengembangan pemuda di tingkat internasional.
"Program Youth Summit ini kita juga bekerja sama dengan sembilan negara, supaya kita bisa benchmarking dengan negara-negara besar. Yaitu ada Amerika, ada China, ada Saudi, dan lain-lainnya," tuturnya.
Selain itu, Kemenpora juga berencana menggandeng Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) untuk memperoleh tolok ukur global mengenai pembangunan kepemudaan Indonesia.
"Insyaallah, ya, saya juga sudah mengontak UN, nanti kita minta juga benchmarking secara global mengenai kepemudaan kita, bagaimana posisi kita untuk meng-upgrade, berinvestasi untuk masa depan kepemudaan kita."
(Nadya Kurnia)