Mengenai keberadaan 1.000 sekolah yang belum direvitalisasi, Tito menegaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah itu masih dalam tahap perencanaan pembangunan lanjutan.
"Nah, masih ada sekitar seribuan lagi yang ditanyakan tadi, bukan berarti didiamkan. Nanti Kementerian Dikdasmen akan melakukan kerja sama lagi untuk rencana pembangunannya," jelas Tito.
Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran besar untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana Sumatra.
"Anggaran yang sudah dikeluarkan Kementerian Dikdasmen Rp2 triliun yang sudah dicairkan. Masih ada lagi kira-kira Rp1,8 triliun sampai Rp1,9 triliun," ungkapnya.
Selain kerusakan sekolah, Tito menyebut masih terdapat sejumlah infrastruktur lain seperti jembatan yang belum sepenuhnya pulih.