Tarif balasan tersebut mencakup barang-barang AS senilai USD20 miliar (Rp350 triliun). Bea masuk berkisar antara 15 persen hingga 50 persen untuk berbagai produk, mulai dari baja dan furnitur hingga pakaian dan elektronik.
Sebelumnya, AS menjatuhkan tarif baru untuk sejumlah barang Kanada senilai USD20 miliar, di luar bea masuk lainnya yang dikenakan Trump sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu.
Merespons ancaman Trump, Bombardier mengatakan bahwa perusahaan memiliki banyak fasilitas manufaktur di AS.
"Industri kedirgantaraan Amerika adalah pemenang yang jelas dalam perdagangan dan ekspor. Bombardier adalah kontributor yang kuat bagi sektor ini, menciptakan puluhan ribu lapangan kerja di seluruh Amerika Serikat," katanya.
(Wahyu Dwi Anggoro)