sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perbaiki 165 Puskesmas dan 12 Rumah Sakit di NTT, Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun

News editor Ari Sandita
07/09/2026 21:29 WIB
Dalam penanganan bencana di NTT, prioritas utama yang dilakukan melakukan pencarian korban terdampak.
Perbaiki 165 Puskesmas dan 12 Rumah Sakit di NTT, Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun
Perbaiki 165 Puskesmas dan 12 Rumah Sakit di NTT, Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun

IDXChannel - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunawan Sadikin mengajukan anggaran Rp1,39 Triliun untuk melakukan perbaikan terhadap 165 puskesmas dan rumah sakit yang rusak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jadi ada anggaran yang sudah kami ajukan sebesar Rp1,39 triliun untuk memperbaiki 165 puskesmas dan 12 RSUD di Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama dengan Pak Gubernur," kata Menkes Budi Gunawan dalam ratas bersama Presiden RI, Prabowo Subianto pada Senin (7/9/2026).

Menurutnya, dalam penanganan bencana di NTT, prioritas utama yang dilakukan melakukan pencarian korban terdampak. Ada lebih dari 900 orang korban mengalami patah tulang, masalah dada, tangan, kaki, hingga kepala, yang mana semua pasien itu telah ditangani dengan baik.

"Kita cari dengan mengirim hampir 900 relawan ke desa-desa di sana dan alhamdulillah dalam seminggu dari 900 pasien tersebut sudah tertangani, dan 400 harus dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan operasi atau penanganan lainnya," tuturnya.

Dia menerangkan, pasca penanganan pasien terdampak bencana, pihaknya melakukan upaya pengembalian layanan puskesmas dan rumah sakit. Sebabnya, ada sekitar 165 puskesmas rusak imbas bencana, bahkan 34 puskesmas diantaranya hancur. Lalu, ada 12 rumah sakit rusak, yang mana dua di antaranya hancur, yakni di Nagekeo dan di Ruteng.

Maka itu, kata dia, Kemenkes membangun puskesmas dan rumah sakit lapangan di puskesmas dan rumah sakit yang rusak tersebut sehingga semuanya sudah kembali beroperasi. Namun, semua itu masih beroperasional melalui tenda sehingga hanya bersifat sementara.

"Mungkin yang butuh minta tolong Bapak Presiden adalah yang tiga. Karena puskesmas rumah sakit itu operasionalnya di tenda itu hanya bisa sementara. Jadi kami dengan Pak Gubernur sudah bekerja untuk menghitung kerusakan dari 165 puskesmas dan 12 rumah sakit ini," katanya.

Dia mengungkap, berdasarkan penghitungan sementara, setidaknya dibutuhkan Rp1,39 Triliun untuk melakukan perbaikan terhadap puskesmas dan rumah sakit yang rusak hingga hancur itu. Pihaknya juga telah mengajukan penghitungan tersebut pada Menteri Keuangan Purbaya.

"Mengapa ini penting Bapak Presiden? Karena tidak mungkin layanan kesehatan itu dilakukan terus di tenda, baik yang untuk puskesmas dan rumah sakit," kata dia.

Dia menambahkan, kaitannya sebaran debu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, dari sisi kesehatan bisa sangat berdampak. Mulai dari silika yang bisa merusak paru-paru hingga debu yang bisa merusak kulit manusia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement