Selain itu, kata Eva, perjalanan Whoosh juga sempat terganggu akibat kereta menabrak biawak yang masuk ke jalur rel, tercatat sebanyak 25 kejadian. Faktor lainnya berasal dari cuaca buruk, dengan total 18 kejadian.
Eva mengingatkan, bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh sangat berbahaya dan dapat merusak infrastruktur kelistrikan serta mengganggu keselamatan perjalanan kereta.
"Gangguan akibat layang-layang paling sering terjadi di wilayah Padalarang dan Cimahi, khususnya di jalur antara Stasiun Padalarang hingga Tegalluar Summarecon, terutama saat musim liburan sekolah," ujar Eva.
Eva menjelaskan bahwa pihaknya meminimalkan gangguan, dengan melakukan sosialisasi ke sekolah dan permukiman warga di sekitar jalur, mengoperasikan 1.846 unit CCTV, serta menyiagakan 530 petugas pengamanan yang berjaga 24 jam setiap 500 meter dan berkoordinasi dengan TNI–Polri.
"KCIC kembali mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius tiga kilometer dari jalur Whoosh demi keselamatan perjalanan kereta cepat yang melaju hingga 350 kilometer per jam," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)