sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ini Kata Ekonom Soal Rencana Bayar Utang Whoosh Pakai APBN

News editor Rohman Wibowo
14/02/2026 20:08 WIB
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyoroti rencana pemerintah soal penggunaan APBN.
Ini Kata Ekonom Soal Rencana Bayar Utang Whoosh Pakai APBN. (Foto: Inews Media Group)
Ini Kata Ekonom Soal Rencana Bayar Utang Whoosh Pakai APBN. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyoroti rencana pemerintah soal penggunaan APBN untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh senilai Rp1,2 triliun per tahun. 

Menurut Huda, pembayaran utang proyek yang dibangun era Presiden RI ke-7 Joko Widodo ini sepatutnya tak dibebankan penuh oleh APBN. Sebab, ruang fiskal Indonesia bakal terguncang dengan menanggung semua utang yang berjumlah sekitar Rp120 triliun tersebut.

"Skema utang Whoosh yang multiyears ini mengurangi kapasitas fiskal pemerintah untuk melakukan pembangunan nasional. Itu multiyearsnya pun puluhan tahun baru selesai. Bagaimana jika ada perubahan suku bunga yang mengerek pembayaran utang Whoosh? Bisa terjadi risiko gagal bayar. Ini harus jadi pertimbangan pemerintah," ujar Huda kepada IDX Channel, Sabtu (14/2/2026).

Risiko fiskal ini yang menurut Huda juga dipertimbangkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Huda bisa paham mengapa Purbaya terkesan hati-hati saat merespons isu soal APBN menanggung utang Whoosh, bahkan cenderung tak ingin uang negara dipakai membayar beban utang.

"Soal pembayaran utang Whoosh pakai APBN, saya setuju dengan sikap Purbaya. Saya tidak setuju apabila pembayaran utang whoosh ini menggunakan APBN," katanya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement