IDXChannel - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh terus menjadi sorotan setelah muncul indikasi kerugian yang harus ditanggung oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang mencapai Rp4 triliun lebih.
Kerugian tersebut, harus ditanggung PSBI yang merupakan pemegang 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Adapun pemegang saham lainnya adalah perusahaan dari China yakni Beijing Yawan HSR Co. Ltd. sebanyak 40 persen.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai, proyek kereta cepat yang diberi nama Whoosh itu perlu dievaluasi mendalam lantaran balik modal bisa sampai 100 tahun.
"Menurut saya semua proyek pengadaan fisik berpotensi menimbulkan dugaan korupsi, tidak hanya Whoosh, tapi yang lain-lain," katanya Senin (23/2/2026).
Sekadar informasi, konsorsium PSBI merupakan gabungan dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau (KAI), PT Wijaya Karya Tbk (Persero), PT Jasa Marga Tbk (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN I.