Ester menjelaskan pengawasan terhadap pengelolaan KCIC dapat dilakukan dengan cara sederhana, yakni membandingkan kualitas barang atau hasil pekerjaan yang diterima dengan harga pasar yang berlaku.
Langkah tersebut dinilai bisa menjadi indikator awal untuk mendeteksi adanya penyimpangan.
“Mudah ngeceknya, bandingkan saja dengan kualitas barang yang diterima dengan harga pasar yang ada,” lanjutnya.
Menurut Esther, strategi utama untuk meminimalkan potensi kerugian adalah melalui monitoring dan evaluasi proyek secara konsisten. Apabila ditemukan kejanggalan, maka harus diikuti dengan penegakan hukum.
Selain persoalan tata kelola, Esther juga menyoroti aspek pembiayaan proyek Whoosh. Dia menyebut, terdapat kesenjangan yang besar antara jumlah utang yang ditanggung pemerintah dengan potensi penerimaan dari operasional kereta cepat tersebut.