IDXChannel—Deputi 3 Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, mengungkapkan terdapat 15.000 sekolah di wilayah Maluku dan Papua yang belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Padahal sekolah tersebut layak menjadi penerima manfaat. Kondisi tersebut akan menjadi perhatian pemerintah dalam perluasan program MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Bagaimana membangun SPPG di wilayah Maluku dan Papua, karena setelah dicek ada 15.000 sekolah di sana yang layak menerima MBG, tetapi belum disalurkan. Itu sebenarnya terkait dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan MBG,” kata Kurnia dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (22/9/2026).
Kurnia juga mengakui bahwa program MBG tidak 100 persen sempurna, khususnya pada aspek kelembagaan dan tata kelola. Namun, pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi demi perbaikan program ini.
"Apakah MBG ini 100 persen sempurna? Tidak. Ada banyak masalah dalam proses berjalannya Makan Bergizi Gratis. Maka dari itu, dievaluasi. Ada dua evaluasi, kelembagaannya dan tata kelola MBG-nya," ujarnya.
Selain melakukan perluasan pelaksanaan ke wilayah 3T, pemerintah juga akan mengevaluasi aspek kesehatan dan kebersihan dalam pelaksanaan MBG.
Ia menyebut, BGN telah melakukan penangguhan operasional terhadap ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi kelayakan higienis. Hal tersebut menjadi bukti untuk memastikan penerima manfaat MBG memperoleh makanan yang aman dan sesuai standar kesehatan.
“Per tanggal 7 September, BGN mensuspen 1.999 SPPG. 16 September, BGN kembali mensuspensi 1.276 SPPG karena tidak memenuhi kelayakan higienis,” ucap Kurnia.
(Nadya Kurnia)