Volume perdagangan impor ke kawasan Asia Pasifik meningkat sekitar 15 persen secara tahunan pada kuartal I–2026. Di saat yang sama, lebih dari sepertiga perusahaan di kawasan tersebut menjalankan beberapa jalur rantai pasok secara bersamaan untuk mengurangi risiko gangguan operasional.
Peningkatan volume perdagangan dan kompleksitas rantai pasok ini menjadikan kelancaran proses kepabeanan semakin penting dalam menjaga kesinambungan distribusi barang dan ketersediaan persediaan.
Dalam proses impor, ketidaklengkapan dokumen, informasi, maupun pembayaran dapat menghambat penyelesaian proses kepabeanan dan memperlambat pengeluaran barang.
FedEx Import Tool dirancang untuk membantu importir mengantisipasi kebutuhan tersebut melalui proses digital yang lebih terintegrasi, sehingga pelanggan dapat memantau perkembangan pengiriman dan menindaklanjuti persyaratan yang diperlukan secara tepat waktu.
FedEx Import Tool kini tersedia bagi pelanggan di sembilan pasar Asia Pasifik, meliputi Indonesia, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.