Darmawan menjelaskan, PLN juga mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara yang telah memperoleh penugasan dari pemerintah. Langkah tersebut dilakukan agar pasokan bahan bakar untuk pembangkit dapat segera tersedia dan menjaga keandalan sistem kelistrikan.
"Saat ini proses penyaluran medium rank coal mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami," katanya.
Ia menyebutkan sejumlah pembangkit yang mulai menerima pasokan batu bara tersebut antara lain PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu di wilayah Jawa bagian barat. Sementara di Jawa bagian timur pasokan telah disalurkan ke PLTU Paiton 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.
Selain persoalan pasokan batu bara, PLN juga menghadapi tantangan lain berupa gangguan teknis pada dua pembangkit besar milik IPP yang menyebabkan keduanya terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa.
"Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami. Ada dua pembangkit IPP yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," pungkasnya.