IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah mencapai berbagai kemajuan dalam 19 bulan masa kepemimpinannya, termasuk keberhasilan mewujudkan swasembada pangan untuk sejumlah komoditas strategis seperti beras, jagung, telur, dan ayam.
"Kita alhamdulillah dalam, bisa dikatakan, 18 bulan saya mimpin pemerintahan, dari 20 Oktober (2024), 2024 ke 2025 (sudah) 1 tahun, (lalu) Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei, 1 tahun 7 bulan, jadi 19 bulan. 19 bulan alhamdulillah banyak yang sudah kita capai," kata Prabowo saat menghadiri panen raya udang vaname di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Prabowo membeberkan Indonesia sudah swasembada pangan dalam sejumlah hal. Beberapa komoditasnya, kata dia, yakni beras, jagung, hingga protein hewani.
"Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam," ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan untuk mencapai swasembada daging. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah agar target tersebut dapat terwujud dalam beberapa tahun mendatang.
"Daging kita masih belum, ini sedang kita kerjakan, mungkin 4 atau 5 tahun lagi kita swasembada daging ya. Pangan relatif kita aman," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti pengembangan sektor perikanan dan budidaya udang sebagai salah satu program produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dia mengapresiasi hasil panen tambak udang modern di Kebumen yang dinilai memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, satu hektare tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang dengan harga sekitar Rp70 ribu per kilogram.
"Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang dan semuanya orang lokal. Orang setempat 650 orang bekerja," kata dia.
Prabowo mengatakan pemerintah akan memperluas pembangunan kawasan budidaya perikanan dan udang di berbagai daerah. Selain proyek di Kebumen, pemerintah tengah membangun kawasan budidaya seluas 2.000 hektare di Waingapu, 200 hektare di Gorontalo, serta 14 ribu hektare di wilayah Pantai Utara Jawa Barat.
Menurutnya, pemerintah akan memprioritaskan proyek-proyek yang memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
"Yang harus kita dukung dan jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Produktif artinya menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia dan menambah penghasilan rakyat kita," ujarnya.
Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri dan upaya menghentikan kebocoran anggaran serta sumber daya negara.
"Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia. Karena kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya segelintir saja," ujar dia.
(Dhera Arizona)