Prabowo mengakui bahwa membangun produk nasional membutuhkan proses dan penyempurnaan.
“Saya pakai Maung. Nah, suatu saat saya ini suka tidur di mobil. Suatu saat saya tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan deras di luar, tahu-tahu, tek, tek. Saya bangun, rupanya bocor. Ya, namanya baru, ya kan. Saya kirim kembali, ini kan buatan Pindad. Eh, Pindad, tolonglah bocornya dikurangi,” kata Prabowo.
“Habis itu, pakai mobil naik gunung, geledak-geledak, geledak-geledak. Tapi geledak tidak apa-apa. Demi nasionalisme, saya tetap pakai mobil ini,” katanya.
Prabowo kemudian mengajak para peserta Munas HIPMI XVIII untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap karya anak bangsa sebagaimana menghargai perjuangan orang tua.
“Saudara-saudara, harus ingat orang tuamu. Waktu kau kecil, orang tuamu berjuang keras mencari sepatu untuk berangkat sekolah, mencari baju untuk kamu. Mungkin temanmu sepatunya lebih bagus, tetapi ini sepatu dari orang tuamu. Mau bagus, mau bocor, mau geledak-geledak, mobil itu buatan anak-anak Indonesia. Berarti dari ibu kita, Ibu Pertiwi,” tuturnya.
(kunthi fahmar sandy)