sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo dan Lukashenko Akan Luncurkan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030

News editor Binti Mufarida
02/07/2026 13:32 WIB
Prabowo dan Lukashenko akan meluncurkan roadmap atau peta jalan kerja sama bilateral Indonesia-Belarus periode 2026-2030.
Prabowo dan Lukashenko Akan Luncurkan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030. (Foto: Binti/iNews Media Group)
Prabowo dan Lukashenko Akan Luncurkan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030. (Foto: Binti/iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko akan meluncurkan roadmap atau peta jalan kerja sama bilateral Indonesia-Belarus periode 2026-2030. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkap bahwa hal ini akan masuk ke dalam pembahasan pertemuan kedua kepala negara. Dia juga mengatakan kunjungan Lukashenko ini merupakan kunjungan balasan usai Prabowo berkunjung ke Belarus pada 15 Juli 2025. 

“Seperti kita ketahui juga, telah terjadi penandatanganan EAEU CEPA, dan Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi tersebut,” kata Sugiono, di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). 

Sugiono mengatakan sejumlah pertemuan insentif terus dikembangkan hingga tertulis kesepakatan penyusunan peta jalan kerja sama kedua negara. Kerja sama dilakukan di berbagai sektor strategis, termasuk ketahanan pangan hingga energi yang menjadi program prioritas Prabowo. 

“Kepentingan kita yang utama, karena ini juga sesuai dengan program Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan,” kata Sugiono.

“Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia,” lanjutnya. 

Kunjungan ke Indonesia ini menjadi yang kedua bagi Presiden Lukashenko usai 2013 lalu. Sugiono berharap kunjungan ini meningkatkan kerja sama strategis dan mempererat hubungan kedua negara. 

“Kita berharap kunjungan balasan ini juga akan makin mempererat hubungan kedua negara, dan juga mempererat kerja sama kita dalam rangka meningkatkan ekonomi dan alternatif-alternatif sumber-sumber daya yang kita butuhkan,” paparnya.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement