IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut tumbuh kisaran 5 persen per tahun. Namun, data tersebut seharusnya berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, bukan justru diiringi bertambahnya jumlah penduduk miskin.
“Bahwa selama 7 tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5 persen tiap tahun. 7 tahun kali 5 berarti 35 persen pertumbuhannya. Logikanya selama 7 tahun Indonesia tambah kaya 30 atau 35 persen,” kata Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Prabowo pun mengaku terkejut ketika menerima data beberapa bulan setelah dilantik sebagai Presiden. Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Justru, masyarakat miskin bertambah.
“Tapi kenyataannya, itu yang saya katakan saya merasa ditohok waktu saya jadi Presiden, ini data ini muncul katakanlah 2 bulan setelah jadi Presiden. Kenyataan bahwa setelah 7 tahun tumbuh 5 persen, masa penduduk miskin tambah? Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah? Ini kan sesuatu yang aneh, yang anomali. Yang kelas menengah yang tadinya lepas dari kemiskinan, turun saudara-saudara,” ujar Prabowo.
“Katanya negara tambah kaya 35 persen, kok rakyat miskin tambah, kemudian kelas menengah berkurang? Dan ini juga yang harus kita waspadai, bahwa yang tambah kaya ternyata hanya segelintir orang,” katanya.