sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih, Ini Hasilnya

News editor Binti Mufarida
15/07/2026 22:46 WIB
Selain menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah, KDMP juga berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian.
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih, Ini Hasilnya
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih, Ini Hasilnya

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas selama lima jam bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026). 

Ratas itu membahas penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Usai ratas, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan peran KDMP sebagai pusat penyaluran berbagai program bantuan pemerintah sekaligus penyerap hasil pertanian masyarakat desa. 

“Koperasi Desa Merah Putih itu adalah infrastrukturnya pemerintah, satu. Apa itu infrastruktur apa? Untuk menyampaikan barang-barang yang bantuan, bantu sosial, kemudian barang-barang subsidi, semua nanti melalui Koperasi Desa Merah Putih, tadi diputuskan sudah,” kata Zulkifli kepada awak media.

Selain menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah, Menko Pangan menjelaskan bahwa KDMP juga berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat. Menurutnya, peran tersebut menjadi penting terutama ketika harga komoditas pertanian berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Nomor dua, dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain-lain di bawah harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah,” kata pria yang kerap disapa Zulhas ini.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menambahkan bahwa program KDMP diproyeksikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh koperasi akan kembali dirasakan oleh masyarakat dan turut meningkatkan pendapatan desa.

“Dari keuntungan itu ada 20 persen dari Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa,” ungkapnya.

“Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa. Termasuk sisanya yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu,” kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement