“Dia lihat saya, masalahnya apa, ‘Gimana pak, petunjuk?. Teruskan pemeriksaan, tidak ada, enggak ada. Mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo dekat sama saya, enggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa. Justru kalau diberi kehormatan harus lebih hati-hati dan dijaga, bukan diberi wewenang, kepercayaan malah merasa adigang, adigung, adiguno merasa di atas dan merasa negara ini bodoh,” tegas dia.
Prabowo mengaku heran masih ada pihak-pihak yang mencoba melakukan pelanggaran.
“Saya heran hari gini masih ada yang nyoba-nyoba di aparat ya, saya heran. Sekarang ada digital, ada macem-macem sekarang, pasti ketahuan deh,” imbuh dia.
Ia juga mengaku sedih melihat dampak kasus korupsi terhadap keluarga pejabat yang terlibat. Namun, ia menegaskan, memberikan dukungan kepada Kepala BPKP untuk menindaklanjuti setiap temuan yang ada.
“Saya sedih, di ujung puncak karier yang paling saya sedih nanti anak dan istrinya. Tapi saya katakan jamuan saya kepada BPKP, anda boleh tanya beliau Pak Ateh, tanya beliau. ‘Jadi gimana pak?. Teruskan, tidak ada. Siapapun, begitu menjabat jabatan negara, berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat. Sudah enggak ada lagi,” tegas dia.