Lima Poin Ekonomi Pancasila dari Presiden Prabowo Subianto
Pertama, Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang religius, yakni ekonomi yang berkemanusiaan dan memperkuat persatuan. Menurutnya, kekayaan alam bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan amanah Tuhan yang harus dikelola untuk kemakmuran rakyat.
“Berikutnya, pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan angka statistik, tetapi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Anak yang paling lemah harus mendapat gizi yang baik,” jelasnya.
Begitu juga dengan petani, harus mendapatkan pupuk dalam waktu yang tepat dan harga yang benar. Nelayan pun harus mendapatkan akses pasar yang adil, sebab nelayan adalah produsen protein yang penting bagi masyarakat.
Ketiga, ekonomi harus berpihak pada kepentingan nasional dan rakyat. Tidak boleh hanya menguntunkan segelintir pihak. Prabowo mengatakan bahwa terlalu lama keuntungan sumber daya alam mengalir ke luar negeri.
Oleh sebab itu, dia mencanangkan sistem ekspor sumber daya alam satu pintu. Selain itu, Indonesia juga harus melakukan investasi besar industrialisasi berdasarkan hilirisasi. Lalu memperkuat devisa ekspor dan memastikan kekayaan Indonesia memberi manfaat untuk rakyat.