"Sehingga total anggaran adalah kurang lebih Rp249 miliar, di empat ini yang kemudian kita akan memulai pembangunan pada saat ini," ucap dia.
Dia menjelaskan bahwa proses pembangunan ini tidak bisa langsung dimulai karena harus dimulai dengan penghapusan gedung yang rusak agar tidak menjadi temuan dalam pemeriksaan. Setelah admistrasi tersebut rampung barulah proses pengerjaan bisa dimulai.
"Paling lama September harus segera dimulai. Jadi Agustus persiapan penghapus bukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini," ucapnya.
Sejak pembangunan ditargetkan rampung selama 10 bulan, sejak dimulainya proses pengerjaan. Ia menambahkan biaya ratusan miliar untuk pembangunan sekolah ini akan menggunakan anggaran dari APBD perubahan dan dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
"Targetnya di tempat ini 10 bulan. Jadi kalau 10 bulan dari September ya tinggal dihitung saja," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)