sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pramono Pastikan Rute Baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Tak Ganggu Layanan Damri

News editor Danandaya Arya Putra
22/01/2026 13:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rute baru ini tidak akan menggangu layanan transportasi umum yang sudah ada, termasuk Damri.
Pramono Pastikan Rute Baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Tak Ganggu Layanan Damri. (Foto Istimewa)
Pramono Pastikan Rute Baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Tak Ganggu Layanan Damri. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membuka trayek baru Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rute baru ini tidak akan menggangu layanan transportasi umum yang sudah ada, termasuk Damri.

"Ya tentunya pasti akan ada koordinasi (dengan Damri) tapi kan ini pilihan. Kami tidak akan mengurangi, tidak menutup trayek-trayek yang sekarang sudah berjalan," ujarnya di Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).

Pramono menegaskan pembukaan rute baru ini bertujuan untuk memperbanyak pilihan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum. Dengan semakin banyak opsi transportasi umum, maka diharapkan warga beralih dari kendaraan pribadinya.

"Karena itu adalah pilihan dan ini memberikan kemudahan kepada publik untuk memilih, supaya transportasinya lebih banyak pilihan dengan banyak pilihan orang tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi," kata dia.

Sebagai informasi, wacana pembukaan rute baru Transjabodetabek ini disampaikan Pramono usai groundbreaking Entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A, di kawasan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). 

Selain rute Blok M-Bandara Soetta, Pramono juga akan membuka rute Cawang-Jababeka.

"Yang pertama yang dari laporan Bapak Kepala Dinas Perhubungan adalah dari Blok M ke Bandara. Karena ini kebutuhannya sekarang ini tinggi sekali," kata Pramono.

"Lalu, dari Cawang ke Jababeka. Kenapa itu dilakukan? Karena memang pekerja kita di Jababeka itu cukup tinggi. Dan kebutuhannya juga tinggi. Sehingga dengan demikian saya sedang mematangkan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia menejelaskan wacana pembukaan rute baru ini masih dalam koordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab, pembukaan tranportasi lintas provinsi membutuhkan persejutuan Kementerian Perhubungan.

"Karena memang untuk lintas antar provinsi ini harus mendapatkan persetujuan Kementerian Perhubungan," kata Pramono.

Agar proyek tersebut bisa segera direalisasikan, Pramono bahkan berkoordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

"Makanya tadi saya bisik-bisik kepada Pak Dirjen perkeretaapian untuk disampaikan Bapak Menteri Perhubungan. Secara resmi supaya ini bisa kita atasi," ujar dia. 

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement