“Saat ini ada 10 counter Makkah Route dan ada di empat bandara, yakni di Bandara Adi Soemarmo Solo, Surabaya Juanda, dan Hasanuddin Makassar, serta tambahan baru ada di Makassar,” tuturnya.
Pada booth layanan Makkah Route, petugas Imigrasi Indonesia bekerja sama dengan petugas Imigrasi Arab Saudi untuk memproses clearance jamaah haji Indonesia di Bandara Soekarno–Hatta.
Di Bandara Soetta sendiri, ada 120 petugas imigrasi yang bekerja secara shift, bertugas membuka segel saat jamaah tiba di bandara dari bus, membantu asistensi, hingga melakukan pendampingan menjelang proses Makkah Route.
“Karena begitu sudah di-clearance di belakang itu, itu sudah masuk by law, de jure, sudah masuk wilayah Arab Saudi,” sambungnya.
Galih menambahkan, layanan Makkah Route itu diterapkan untuk mengantisipasi antrean yang berpotensi membuat penumpukan di satu titik begitu jamaah tiba di Arab Saudi. Hal ini dapat membuat jamaah semakin lelah dan tak bisa fokus melaksanakan ibadah haji.