Hal tersebut menyebabkan koordinasi antarinstansi belum berjalan secara optimal untuk memutuskan langkah strategis selanjutnya. "Jadi saya akan rapikan nanti bareng dengan pejabat baru," ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa pemerintah tetap berupaya keras memulihkan aset negara yang masih memiliki nilai ekonomi. Namun, tindakan tersebut akan dilakukan secara selektif berdasarkan urgensi kasus, agar tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu di pasar.
"Kalau masih banyak uangnya (tunggakan) kita kejar. Tapi saya enggak mau cuma ribut-ribut, enggak ada duitnya," ujarnya.
Menurut Purbaya, pendekatan yang terlalu agresif tanpa landasan yang kokoh berisiko menciptakan kepanikan di kalangan pelaku usaha. Sebab sentimen negatif dapat memicu reaksi berlebihan dari investor.
(Rahmat Fiansyah)