sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Respons Jasa Marga soal Truk Transformers Disebut Jadi Pemicu Jalan Rusak Berlubang

News editor Binti Mufarida
18/03/2026 14:30 WIB
Rivan menjelaskan, kendaraan dengan muatan berlebih memberikan dampak kerusakan yang bersifat eksponensial terhadap struktur jalan.
Respons Jasa Marga soal Truk Transformers Disebut Jadi Pemicu Jalan Rusak Berlubang. (Foto Binti M/IMG)
Respons Jasa Marga soal Truk Transformers Disebut Jadi Pemicu Jalan Rusak Berlubang. (Foto Binti M/IMG)

IDXChannel - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Rivan Achmad Purwantono merespons perihal kendaraan berat bermuatan berlebih yang dijuluki sebagai truk 'transformers' sebagai salah satu penyebab utama kerusakan jalan tol.

Rivan menjelaskan, kendaraan dengan muatan berlebih memberikan dampak kerusakan yang bersifat eksponensial terhadap struktur jalan. Hal ini membuat kondisi jalan cepat mengalami kerusakan, termasuk munculnya lubang di berbagai titik.

“Nah, kemudian tentang lubang. Jadi rekan-rekan media, memang yang tadi disebut transformers itu, nih kalau ada Kepala BPJT dan teman-teman sekalian dari PU pasti tahu bahwa kerusakan terhadap beban yang transformers atau kendaraan tadi itu kan sifatnya kayak eksponensial ya. Dan ini berdampak kerusakannya signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Dia menegaskan, pihaknya bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkoordinasi untuk menangani kerusakan jalan yang ditimbulkan.

“Maka idealnya memang seluruh jalan berlubangnya akan segera kita lakukan ya perbaikan secara menyeluruh. Dan ini akan terus kita lakukan dengan pengawasan. Dan itulah kemudian kalau memang nanti ditemukan hanya dalam bentuk penutupan lubang sementara, itu sementara," kata dia. 

Menurut Rivan, perbaikan permanen tetap menjadi prioritas dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas. Namun, tingginya volume kendaraan di sejumlah ruas tol menjadi tantangan dalam pelaksanaan perbaikan seperti ruas tol Jakarta-Tangerang.

“Tetapi traffic dirasakan bahwa dari kami dari Jakarta-Tangerang maupun juga Tangerang-Merak ini sangat padat sekali sehingga nanti betul-betul dibutuhkan koordinasi ataupun pengalihan lalu lintas kalau diperlukan penguatan sehingga perkerasan jalan semakin bagus dan bertahan dengan bagus,” ujarnya.

Selain perbaikan fisik, Jasa Marga juga mengoptimalkan pengawasan kendaraan overload melalui teknologi. “Nah, beberapa hal yang juga kami ingin sampaikan bahwa kami ingin mengoptimalkan Weigh-in-Motion ya, baik yang dimiliki oleh Jasa Marga maupun Astra Infra. Astra ada empat di Jakarta-Merak, Merak-Jakarta, dan ini sangat bisa dimanfaatkan,” katanya.

“Weigh-in-Motion ini setelah kita optimalkan bersama Kementerian Perhubungan, kebetulan kalau Kementerian Perhubungan itu punya identifikasi namanya Blue-E atau Bukti Lulus Uji Elektronik. Dan ini bisa identifikasi truknya siapa, yang overload-nya siapa gitu ya,” kata Rivan.

“Dan mudah-mudahan ini untuk mengingatkan bahwa seluruh truk yang melintas ini berapa persen sih yang melebihi beban yang seharusnya. Mudah-mudahan dengan identifikasi ini kemudian kita juga mengingatkan kepada seluruh pengguna truk dan selanjutnya jalan-jalan kita tetap dapat terpelihara dengan sangat baik,” ujar Rivan.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement