“Maka idealnya memang seluruh jalan berlubangnya akan segera kita lakukan ya perbaikan secara menyeluruh. Dan ini akan terus kita lakukan dengan pengawasan. Dan itulah kemudian kalau memang nanti ditemukan hanya dalam bentuk penutupan lubang sementara, itu sementara," kata dia.
Menurut Rivan, perbaikan permanen tetap menjadi prioritas dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas. Namun, tingginya volume kendaraan di sejumlah ruas tol menjadi tantangan dalam pelaksanaan perbaikan seperti ruas tol Jakarta-Tangerang.
“Tetapi traffic dirasakan bahwa dari kami dari Jakarta-Tangerang maupun juga Tangerang-Merak ini sangat padat sekali sehingga nanti betul-betul dibutuhkan koordinasi ataupun pengalihan lalu lintas kalau diperlukan penguatan sehingga perkerasan jalan semakin bagus dan bertahan dengan bagus,” ujarnya.
Selain perbaikan fisik, Jasa Marga juga mengoptimalkan pengawasan kendaraan overload melalui teknologi. “Nah, beberapa hal yang juga kami ingin sampaikan bahwa kami ingin mengoptimalkan Weigh-in-Motion ya, baik yang dimiliki oleh Jasa Marga maupun Astra Infra. Astra ada empat di Jakarta-Merak, Merak-Jakarta, dan ini sangat bisa dimanfaatkan,” katanya.