Amerika Serikat untuk sementara mengizinkan penjualan minyak dari Rusia—salah satu produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia—yang berada di laut, karena harga minyak bertahan di atas USD100 per barel.
"Tindakan seperti itu oleh Amerika Serikat, sampai batas tertentu, akan membantu menstabilkan pasar," kata Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah konferensi pers.
"Tanpa volume minyak Rusia yang signifikan, stabilisasi pasar tidak mungkin dilakukan," katanya.
Rusia bisa keluar sebagai pemenang besar dari perang di Timur Tengah.
Setiap tambahan USD11 per barel pada harga minyak akan memberi Rusia tambahan pendapatan sebesar USD28 miliar per tahun. (Wahyu Dwi Anggoro)