Mengacu dari hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilaksanakan pada 2014-2016, jumlah kebutaan di Jawa Barat yang disebabkan oleh penyakit katarak berkontribusi mencapai 71,7persen.
Menjawab kebutuhan tersebut, BCA menyasar penderita katarak di Cianjur sebagai salah satu wilayah terbesar di Jawa Barat, khususnya yang berada di sekitar RSUD Sayang ini.
Bagi BCA, RSUD Sayang bukan lokasi baru untuk pelaksanaan Baksos Operasi Katarak. Pada 26 Oktober 2024, baksos serupa di rumah sakit ini melayani 333 pasien yang merupakan jumlah terbanyak dalam satu kali kegiatan selama tiga tahun terakhir. Kehadiran BCA di Cianjur kali ini melanjutkan upaya tersebut agar dapat menjangkau lebih luas warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
Hingga September 2026, program Bakti Sosial Operasi Katarak telah melaksanakan 106 kegiatan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total 10.142 pasien penerima manfaat.
"Bagi orang dewasa, memiliki mata yang sehat dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kondisi ekonomi keluarga. Sementara bagi anak-anak, operasi ini akan membantu mereka belajar lebih optimal, sehingga mampu mencapai prestasi akademik yang gemilang,” tutup Hera.