IDXChannel - Sekitar 20.000 pelaut terjebak di Teluk Persia karena lalu lintas kapal di Selat Hormuz lumpuh akibat perang.
Menurut Direktur International Chamber of Shipping (ICS) John Stawpert, mereka terancam kekurangan air bersih dan bahan bakar.
Berbasis di London, ICS adalah asosiasi yang menaungi lebih dari 80 persen armada kapal dagang dunia.
"Ada 20.000 pelaut di atas 3.000 kapal dari berbagai jenis yang terjebak di Teluk Persia," katanya, dilansir dari AFP pada Sabtu (21/3/2026).
"Kami telah mendapat beberapa laporan tentang pasokan bahan bakar minyak. Kami juga khawatir dengan kemampuan beberapa kapal tersebut untuk menghasilkan air minum," katanya.
Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran mulai 28 Februari. Teheran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk, serta memblokade Selat Hormuz.
"Kita perlu bekerja sama dengan negara-negara pemilik bendera kapal dan negara-negara regional untuk menemukan solusi yang memastikan kapal-kapal ini dapat dipasok kembali," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)