“Saya menyatakan perang terhadap premanisme. Di proyek Legok Nangka ini, saya akan minta Kapolda dan Pangdam jaga 24 jam. Enggak boleh datang siapa pun ke sini untuk minta ritasi pengiriman pasir, minta ritasi pengiriman batu, dan sejenisnya,” tegasnya.
Dedi berharap kehadiran PSEL Legok Nangka tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah regional, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih, memperkuat pasokan energi, serta meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jawa Barat.
“Semoga pembangunan ini melahirkan sebuah spirit, ‘Listrik caang, runtah hilang’. Sampah hilang, Jawa Barat terang,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri ESDM mengatakan PSEL Legok Nangka akan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi baru terbarukan bagi Jawa Barat.
Menurutnya, proyek hasil kerja sama dengan perusahaan asal Jepang itu ditargetkan menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja dan menghasilkan listrik berkapasitas 40 megawatt.