“TPPAS Legok Nangka ini akan memecahkan tumpukan sampah di Jawa Barat, memberikan dampak lingkungan yang lebih baik, serta menghasilkan energi bersih dalam bentuk energi baru terbarukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan PSEL Legok Nangka mulai beroperasi secara komersial pada 2029.
Proyek senilai sekitar 400 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp7,2 triliun itu ditargetkan beroperasi pada akhir 2029 setelah masa konstruksi sekitar 41 bulan serta diarahkan menjadi solusi pengelolaan sampah perkotaan, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 311.000 ton karbon dioksida ekuivalen.
(Nadya Kurnia)