Hujan monsun yang diandalkan oleh India, eksportir beras utama, turun 15 persen di bawah normal.
Selain itu, panen gula Thailand juga diperkirakan turun signifikan.
“Data menunjukkan bahwa jika tekanan harga dan kekurangan pangan menguat, dan pemerintah dianggap tidak efektif dalam menanggapinya, kerusuhan dan ketidakstabilan politik dapat muncul,” kata perusahaan konsultan itu dalam laporannya, dilansir dari Bloomberg pada Minggu (20/9/2026).
Bagi negara-negara Asia yang sedang dilanda konflik seperti Afghanistan dan Myanmar, guncangan pangan akan meningkatkan risiko bencana kemanusiaan.
“Dampaknya semakin terlihat,” kata Verisk Maplecroft.
“Keputusan penanaman dan pemupukan dibuat selama puncak gangguan, yang berarti dampak negatif mungkin tetap terjadi bahkan jika situasi geopolitik membaik dalam beberapa bulan mendatang," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)