sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tertekan Berbagai Regulasi, Pelaku IHT Minta Perlindungan Pemerintah

News editor Tim IDXChannel
20/04/2026 08:55 WIB
Ekosistem pertembakauan terus berjuang mencatatkan kinerja terbaik di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi yang berkembang saat ini.
Tertekan Berbagai Regulasi, Pelaku IHT Minta Perlindungan Pemerintah
Tertekan Berbagai Regulasi, Pelaku IHT Minta Perlindungan Pemerintah

IDXChannel - Konflik geopolitik dan dinamika ekonomi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi kepastian dan keberlangsungan dunia usaha. Termasuk hulu hingga hilir ekosistem pertembakauan.

Ekosistem pertembakauan dengan industri hasil tembakau (IHT) di dalamnya, sebagai bagian dari sektor manufaktur, juga terus berjuang mencatatkan kinerja terbaik di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi yang berkembang saat ini.

Ditarget untuk berkontribusi Rp250 triliun terhadap penerimaan negara tahun ini, ekosistem pertembakauan membutuhkan perlindungan dan pemberdayaan, terutama dari kepungan badai regulasi baik fiskal maupun non-fiskal yang mengancam keberlangsungan 6 juta tenaga kerja di ekosistem ini.

"Terutama terkait dorongan implementasi aturan turunan PP No 28/2024 adalah persoalan yang harus dicermati serius. Mulai dari dorongan kemasan rokok polos, standarisasi kadar nikotin dan tar, pelarangan bahan tambahan, yang paling kena dampak adalah petani," kata Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) Muhdi, Senin (20/4/2026).

"Jika dipaksakan, ini akan jadi tsunami ekonomi, mendatangkan musibah bagi kita," lanjutnya.

Secara khusus, dia menyoroti dorongan rancangan regulasi pembatasan kandungan tar dan nikotin, yang berkiblat pada standar luar negeri. Dengan memaksakan pembatasan kadar nikotin 1mg per batang, APTI khawatir keberlangsungan varietas tembakau lokal terancam.

"Padahal rata-rata kandungan nikotin dan tar kita di atas 2mg. Jika masih terus dipaksakan untuk diberlakukan, tembakau kita akan habis. Siapkah kita kehilangan komoditas yang jadi sumber penghidupan 2,5 juta petani tembakau?" katanya.

Senada, Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) I Ketut Budhyman juga meminta perhatian dan perlindungan pemerintah atas komoditas cengkeh yang 97 persen-nya diserap untuk IHT khususnya rokok kretek.

Halaman : 1 2
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement