Sementara itu, Paket 1B mencakup pembangunan tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer, akses masuk dan keluar Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, area istirahat, serta gerbang tol dan fasilitas pendukung lainnya.
Pekerjaan pada paket tersebut masih membutuhkan tahapan perbaikan tanah, termasuk proses preloading dan masa tunggu konsolidasi yang direncanakan berlangsung total 425 hari. Tahapan ini diperlukan untuk menjaga kestabilan tanah sebelum konstruksi dilanjutkan.
Adapun Paket 1C meliputi pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas 189 hektare dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare, berikut rumah pompa dan saluran pendukung. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menampung aliran air dari sejumlah sungai dan mengalirkannya ke laut melalui Sungai Babon dengan bantuan pompa.
Dody menegaskan, kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas agar infrastruktur dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang. Menurut dia, pembangunan di kawasan pesisir tidak dapat dipaksakan karena membutuhkan pemadatan tanah secara sempurna sebelum pekerjaan timbunan dilanjutkan.
"Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna," ujarnya.