sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Trump Batalkan Perjalanan Dua Utusannya ke Pakistan untuk Diskusi dengan Iran

News editor Kunthi Fahmar Sandy
26/04/2026 08:19 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa utusannya tidak akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan Iran.
Trump Batalkan Perjalanan Dua Utusannya ke Pakistan untuk Diskusi dengan Iran (FOTO:iMews Media Group)
Trump Batalkan Perjalanan Dua Utusannya ke Pakistan untuk Diskusi dengan Iran (FOTO:iMews Media Group)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa utusannya tidak akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran setelah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi meninggalkan negara itu.

Dilansir dari laman Aljazeera Minggu (25/4/2026), Presiden AS mengatakan kepada media Fox News bahwa ia telah memerintahkan Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk membatalkan rencana kunjungan ke ibu kota Pakistan, Islamabad meskipun sebelumnya ia mengklaim bahwa Iran "sedang mengajukan tawaran" yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik selama dua bulan tersebut.

“Saya berkata, ‘Tidak, Anda tidak akan melakukan penerbangan 18 jam untuk pergi ke sana. Kita punya semua kartu. Mereka bisa menghubungi kita kapan saja mereka mau, tetapi Anda tidak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk dan berbicara tentang hal-hal yang tidak penting,’” kata Trump.

Bagaimanapun, Araghchi telah meninggalkan Islamabad dengan tujuan pertama dari tur tiga tempat yang meliputi Oman dan Rusia. Stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV, mengkonfirmasi bahwa ia berangkat pada hari Sabtu setelah bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Melalui unggahan di X, Araghchi mengatakan bahwa ia telah menyampaikan “posisi Iran mengenai kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang di Iran secara permanen” kepada para pejabat Pakistan. “Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius tentang diplomasi,” kata dia.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement