IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan gelombang serangan kedua ke Venezuela telah dibatalkan, dengan alasan adanya peningkatan kerja sama dari negara tersebut terutama setelah beberapa tahanan politik dibebaskan.
Trump menuliskan dalam unggahan media sosialnya pada Jumat (9/1/2025) bahwa Venezuela bekerja sama baik dengan AS dalam membangun kembali infrastruktur minyak dan gasnya serta membebaskan sejumlah besar tahanan politik. “Itu berarti gelombang serangan lain tampaknya tidak diperlukan,” kata Trump dikutip dari Bloomberg, Jumat (9/1/2026).
Sementara itu, AS terus menempatkan militernya dalam posisi untuk tindakan lebih lanjut di wilayah tersebut setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pekan lalu. Penjaga Pantai AS kembali menyita kapal tanker minyak lain pada Jumat ini.
Adapun harga minyak Brent berjangka sedikit turun setelah pernyataan Trump, dan diperdagangkan pada USD62,16 per barel pada pukul 10:15 pagi di London. Rencananya, Trump akan bertemu dengan para eksekutif minyak AS karena pemerintahannya mendorong mereka untuk membangun kembali sektor energi Venezuela.
Selain itu, Trump mengatakan kepada Fox News pada Kamis bahwa ia berencana untuk bertemu dengan politisi Venezuela dari partai oposisi, María CorinaMachado minggu depan, sebagai isyarat pengakuan lain terhadap oposisi.