Opsi pengerahan militer AS untuk membuka Selat Hormuz tidak sepenuhnya dihapus, namun saat ini tidak menjadi prioritas.
Sepanjang bulan ini, Trump memberikan pernyataan yang bertolak belakang tentang Selat Hormuz. Ia sempat mengancam akan membom infrastruktur energi sipil Iran jika jalur maritim tersebut tidak dibuka kembali pada tanggal tertentu. Di kesempatan lain, ia meremehkan pentingnya selat tersebut bagi AS dan mengatakan penutupannya adalah masalah yang harus diselesaikan oleh negara lain.
Baru-baru ini, USS Tripoli dan Unit Ekspedisi Marinir ke-31 tiba di Timur Tengah. Trump juga mengerahkan Divisi Lintas Udara ke-82 dan sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah.
Semakin lama selat tersebut tetap tertutup, semakin besar dampaknya terhadap ekonomi global dan semakin tinggi harga bahan bakar minyak (BBM).
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia diekspor melalui selat tersebut. Sekitar 84 persen minyak mentah dan 83 persen gas alam cair yang dikirim melalui selat tersebut ditujukan untuk pasar Asia.