Lalu mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan ASEAN, kesejahteraan guru di Indonesia masih tertinggal.
"Kalau kita melihat negara-negara lain di ASEAN seperti Malaysia, Singapura, bahkan Vietnam, kesejahteraan guru mereka jauh lebih baik dibandingkan dengan guru-guru kita di Indonesia. Karena itu, Komisi X berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru, baik gaji maupun tunjangan," tegasnya.
Menurut dia, kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas hidup para pendidiknya. Negara-negara yang berhasil membangun sistem pendidikan, kata dia, selalu menempatkan guru sebagai profesi yang dihormati sekaligus dijamin kesejahteraannya.
Lalu juga menilai ruang fiskal pemerintah sebenarnya masih terbuka untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Anggaran pendidikan yang menjadi salah satu komponen terbesar dalam APBN harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan para pendidik, bukan hanya terserap untuk pembangunan fisik maupun program administratif.
Dia meyakini pemerintah, khususnya presiden, memiliki perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan guru. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh regulasi dan payung hukum segera disiapkan agar kebijakan tersebut dapat direalisasikan.