Rumah Pendidikan yang telah diluncurkan pada 21 Januari 2025, telah dimanfaatkan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, serta mendukung pembelajaran digital bagi ratusan ribu guru melalui integrasi dengan Interactive Flat Panel (IFP).
“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita,” imbuh Kepala Negara.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mendistribusikan satu unit interactive flat panel atau layar pintar ke sekolah. Prabowo menyebut program tersebut akan diperluas tahun ini dengan penambahan tiga unit lagi untuk setiap sekolah.
"Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700.000 panel pinter atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia. Akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027," ungkap Prabowo.
Melalui percepatan digitalisasi pembelajaran yang didukung pemerataan infrastruktur pendidikan, pemerintah berharap setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas sebagai pondasi menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.