sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Waspada Virus Nipah, Thailand dan Nepal Mulai Lakukan Skrining di Bandara dan Perbatasan

News editor Mei Sada
26/01/2026 13:41 WIB
India telah melaporkan lima kasus infeksi virus Nipah dan 100 orang dikarantina.
Waspada Virus Nipah, Thailand dan Nepal Mulai Lakukan Skrining di Bandara dan Perbatasan. (Foto: Istimewa)
Waspada Virus Nipah, Thailand dan Nepal Mulai Lakukan Skrining di Bandara dan Perbatasan. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Pemerintah Thailand mulai memeriksa kesehatan penumpang pesawat yang datang dari India, merespons kasus infeksi Nipah virus (NiV) di Bengal Barat, India, yang kini sudah menjangkiti lima warga setempat. 

Melansir Global Times (26/1/2026), skrining ini dilakukan di Bandara Suvarnabhumi dan Bandara Dong Mueang, dengan fokus pemeriksaan pada penumpang yang terbang dari Bengal Barat.  

Dari laman resmi pemerintah Inggris, kasus infeksi NiV di India pertama kali yang menjangkiti dua warga setempat dilaporkan pada 13 Januari. Namun kini jumlah pasien terinfeksi di India sudah mencapai lima orang, dan ada 100 orang yang dikarantina. 

Selaras dengan Thailand, pemerintah Nepal telah mengeluarkan peringatan dini dan mulai melakukan skrining kesehatan pada penumpang yang turun di Bandara Internasional Tribuvhan, juga di perbatasan-perbatasan India-Nepal. 

Mengutip Bangkok Post, Virolog Universitas Chulalongkorn Profesor Dr Yong Povoorawan memperingatkan bahwa Thailand berisiko mengalami kasus infeksi NiV yang dibawa oleh kelelawar buah (fruit bats). 

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonotik, yaitu penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Menurut Yong, kelelawar buah yang tersebar di seluruh negeri merupakan reservoir alami bagi virus ini, sehingga ada potensi penularan bila terjadi kontak tidak aman antara manusia dan hewan tersebut. 

Kelelawar buah hidup di berbagai wilayah Thailand, termasuk area permukiman, kebun buah, dan lingkungan yang dekat komunitas manusia. Karena virus Nipah tidak membuat kelelawar sakit, hewan itu dapat membawa virus tersebut tanpa gejala.

Mereka kemudian menularkannya melalui kontak langsung atau tidak langsung, misalnya lewat makanan atau permukaan yang terkontaminasi. Distribusi kelelawar buah yang luas di Thailand meningkatkan peluang virus Nipah masuk ke rantai penularan apalagi jika tindakan pencegahan tidak diterapkan secara efektif di masyarakat luas.  

Virus Nipah sendiri dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Gejalanya seperti demam tinggi dan ensefalitis (peradangan pada otak) yang segera memerlukan perawatan medis.

Bagi kelompok usia tertentu dan orang-orang yang memiliki sistem imun lemah berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi penyakit ini. 

Untuk itu masyarakat dan otoritas kesehatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap risiko zoonotik, karena meskipun kasus NiV di Thailand belum dilaporkan, potensi ancaman tetap ada jika manusia dan hewan pembawa virus berada dalam interaksi dekat. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement