Dia mencontohkan, WIKA yang sejatinya adalah perusahaan konstruksi akan dikembalikan fokusnya sebagai kontraktor. Langkah itu dilakukan satu per satu untuk memastikan setiap BUMN yang terlibat dalam sinergi tersebut kembali pada porsi yang tepat.
“Kami kembalikan lagi ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ, kami akan fokus ke kontraktor. Nanti satu persatu kami bereskan. Kami maunya semua yang diselesaikan tuntas,” ujar dia.
Dony menambahkan, penataan juga akan menyasar keterlibatan BUMN lain di sektor perkeretaapian, termasuk hubungan terkait PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Itu dilakukan agar hasil yang dicapai benar-benar tuntas dan tidak hanya sekadar selesai di permukaan.
Pihaknya tengah mencermati satu per satu keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut dalam proyek perkeretapian. Proses itu merupakan bagian dari upaya menata ulang posisi BUMN agar lebih rapi dan tidak mencampuradukkan berbagai bidang industri.
“Pasti teman-teman tahulah, misalkan ada WIKA di sini, ada juga terkait dengan kereta api dengan Bukit Asam dan sebagainya. Ini kami bereskan, rapikan. Kami maunya semua yang kami kerjakan itu harus benar-benar tuntas,” jelas dia.
(Nadya Kurnia)