AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

6 Cara Menghindari Investasi Bodong Berkedok Syariah, Harus Waspada

SYARIAH
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Jum'at, 24 Juni 2022 16:06 WIB
Ada sejumlah cara menghindari investasi bodong berkedok syariah yang harus Anda lakukan agar tidak terjebak modus penipuan yang satu ini.
6 Cara Menghindari Investasi Bodong Berkedok Syariah. (Foto: MNC Media)
6 Cara Menghindari Investasi Bodong Berkedok Syariah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Ada sejumlah cara menghindari investasi bodong berkedok syariah yang harus Anda lakukan agar tidak terjebak modus penipuan yang satu ini. Pasalnya, saat ini banyak terjadi penipuan yang berkedok investasi berprinsip syariah untuk menipu nasabahnya.

Rata-rata investasi bodong dengan modus syariah ini menawarkan investasi yang berkah dengan keuntungan besar. Salah satu investasi berkedok syariah yang pernah terjadi seperti Kampung Kurma yang menawarkan keuntungan besar dengan membayar beberapa pohon kurma mencapai puluhan juta rupiah. 

Oleh karena itu, Anda perlu waspada dan berhati-hati terhadap modus penipuan semacam ini. Lalu, bagaimana cara menghindari investasi bodong berkedok syariah ini? IDXChannel merangkum beberapa caranya sebagai berikut. Yuk, simak!

6 Cara Menghindari Investasi Bodong Berkedok Syariah

Untuk menghindari investasi bodong berkedok prinsip syariah ini, Anda bisa melakukan beberapa hal sebagai berikut. 

1. Lakukan Riset Sebelum Berinvestasi

Untuk mencegah penipuan berkedok investasi syariah, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu. Cari tahu secara mendetail tentang investasi yang ditawarkan, cara kerjanya, pimpinan, serta legalitasnya. Anda harus memastikan bahwa lembaga maupun badan yang menawarkan investasi tersebut sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

2. Periksa status di OJK

Anda juga perlu mengecek status perusahaan yang menawarkan investasi tersebut di OJK. Anda bisa memeriksanya melalui website resmi OJK atau melalui call center di 157 dan kirim email ke waspadainvestasi@ojk.go.id. 

3. Jangan Tergiur dengan Tawaran Imbal Balik yang Besar

Investasi bodong umumnya menawarkan bentuk investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Anda patut waspada jika ada iming-iming imbal hasil investasi yang bisa didapatkan dalam waktu singkat. Sebab, investasi pasti memiliki potensi dan risiko kerugian yang harus dihadapi. Investasi tidak selalu mendatangkan keuntungan yang besar apalagi didapatkan dalam waktu singkat. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD