AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Ada SAME dan SILO, Yuk Kenali Saham Syariah Sektor Kesehatan

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 19 November 2021 14:07 WIB
Saham syariah sektor Kesehatan kian meroket sepanjang 2020 hingga 2021. Saham-saham di industri kesehatan ini mencakup perusahaan produsen peralatan dan lainnya
Ada SAME dan SILO, Yuk Kenali Saham Syariah Sektor Kesehatan. (Foto: Saham Syariah Sektor Kesehatan)
Ada SAME dan SILO, Yuk Kenali Saham Syariah Sektor Kesehatan. (Foto: Saham Syariah Sektor Kesehatan)

IDXChannel - Saham syariah sektor Kesehatan kian meroket sepanjang 2020 hingga 2021. Saham-saham di industri kesehatan ini mencakup perusahaan produsen peralatan dan perlengkapan kesehatan, perusahaan penyedia jasa kesehatan, farmasi, hingga riset bidang kesehatan.

Data per Oktober 2021 menunjukkan bahwa jumlah investor yang telah investasi di saham syariah sukses mecatatkan milestone terbaru. Jumlah investor saham syariah hingga saat ini telah mencapai 102.426 investor atau naik 734% dalam 5 tahun terakhir, dengan tingkat keaktifan investor hingga 30,7%.

Kemudian, komposisi pasar saham syariah di Indonesia juga masih terlihat cukup dominan dengan jumlah saham syariah yang mencapai 56,9% dari total saham yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk kapitalisasi pasar, saham syariah ini tercatat memiliki 45,6% dari total kapitalisasi pasar saham. 

Selain berinvestasi sesuai syariah islam, adapun beberapa keuntungan dengan berinvestasi saham syariah yakni bisa melakukan investasi yang sesuai ajaran agama, terdapat saham-saham yang likuid dan masuk indeks LQ45, saham-saham blue chip dengan risiko penurunan harga yang minim, dan bisa mendapatkan keuntungan lewat capital gain atau pembagian dividen.

Dalam daftar Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat tiga indeks saham syariah di Indonesia yang bisa di jadikan sebagai rujukan dalam berinvestasi saham secara ismalmi. Adapun daftar indeks syariah tercatat di BEI yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index).

Berikut beberapa saham syariah sektor Kesehatan yang tercatat di BEI, (MIKA) Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, (SAME) Sarana Meditama Metropolitan Tbk, (SILO) Siloam International Hospitals Tbk, (SRAJ) Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk.

Kemudian, adapun saham-saham di sektor kesehatan yang tercatat di BEI yakni (BMHS) Bundamedik Tbk, (CARE) Metro Helathcare Indonesia Tbk, (DGNS) Diagnos Laboratorium Utama Tbk, (DVLA) Darya-Varia Laboratoria Tbk, (HEAL) Medialoka Hermina Tbk, (INAF) Indofarma Tbk, (IRRA) Itama Ranoraya Tbk, (KAEF) Kimia Farma Tbk, (KLBF) Kalbe Farma Tbk, (MERK) Merck Tbk, (PEHA) Phapros Tbk, (PRDA) Prodia Widyahusada Tbk, (PRIM) Royal Prima Tbk, (PYRA) Pyridam Farma Tbk, (SCPI) Organon Pharma Indonesia Tbk, (SIDO) Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, (SOHO) Soho Global Health Tbk, (TSPC) Tempo Scan Pacifik Tbk. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD