“Dengan akses pembiayaan yang semakin luas dan cepat, sektor SME diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Ricky.
Dari aspek kualitas pembiayaan, Bank Muamalat fokus menjaga portofolio yang sehat sesuai risk appetite yang acceptable. Adapun penyaluran pembiayaan UKM oleh Bank Muamalat memiliki fokus pada sektor produktif antara lain pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.
Ricky menambahkan, tahun ini Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan pembiayaan di sektor UKM sekitar 30 persen dari realisasi tahun 2025. Target tersebut optimistis mampu dicapai lewat sejumlah strategi yang dijalankan di antaranya dengan fokus pada target market di ekosistem pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.
Di samping itu, Bank Muamalat juga mengoptimalkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun jaringan yang dimiliki. Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan inovasi dan meningkatkan produktivitas bagi pelaku usaha.
(Rahmat Fiansyah)