IDXChannel - Sebanyak 3.220 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari unsur Tenaga Keseharan (Nakes) mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) secara serentak di 34 titik lokasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) seluruh Indonesia pada Senin (31/8/2026).
Tahapan ini merupakan bagian dari skema empat tahap seleksi ketat untuk menjaring petugas haji yang profesional dan amanah.
Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, menyatakan bahwa seleksi ketat ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjadikan petugas haji sebagai ujung tombak pelayanan jamaah di Tanah Suci.
"Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jamaah. Sesuai arahan pimpinan, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sejak tahap awal untuk memastikan petugas yang dihasilkan betul-betul siap melayani," ujar Ihsan dikutip Senin (31/8/2026).
Ihsan mengungkapkan bahwa rekrutmen petugas haji mengadopsi empat tahapan seleksi utama. Tahapan tersebut diawali dengan verifikasi administrasi dan dokumen, dilanjutkan dengan ujian CAT berbasis komputer.
Peserta yang berhasil lolos ujian CAT akan melaju ke tahap ketiga, yakni evaluasi hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh (Medical Check-Up/MCU).
"Sesuai timeline, hasil ujian CAT diumumkan besok, 1 September. Setelah itu peserta melanjutkannya ke proses MCU pada 3 hingga 8 September. Hasil MCU tersebut nantinya diverifikasi dan divalidasi kembali untuk menetapkan calon peserta yang berhak mengikuti diklat," ujar Ihsan.
Tahap akhir rekrutmen adalah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH yang akan digelar intensif selama 30 hari penuh. Pelatihan satu bulan ini dirancang untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan tata kelola pelayanan para calon petugas sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ihsan menambahkan bahwa proses penyaringan yang panjang dan ketat ini bertujuan untuk memenuhi formasi ideal di setiap kelompok terbang (kloter).
Sesuai regulasi terbaru, setiap satu kloter akan didampingi oleh 4 (empat) orang petugas atau PPIH yang bertindak sebagai ujung tombak pelayanan jamaah.
"Untuk petugas kesehatan di kloter ada 2 orang, biasanya terdiri dari 1 dokter dan 1 perawat. Ditambah lagi petugas non-kesehatan, yaitu ketua kloter dan pembimbing ibadah. Jadi total ada 4 orang petugas dalam satu kloter," tutur dia.
Rangkaian seleksi ini diharapkan mampu melahirkan tenaga lapangan yang tangguh dan responsif. "Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Dari proses seleksi awal yang ketat ini, insyaAllah kita bisa menghasilkan petugas yang betul-betul profesional, amanah, dan sesuai kriteria," kata Ihsan.
(kunthi fahmar sandy)