AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20096.96
-0.37%
-74.31
N225
26703.31
0.1%
+25.51
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Banyak Negara Kembangkan Pasar Syariah, Wapres: Jangan Terlena, Buat Terobosan

SYARIAH
Binti Mufarida
Kamis, 21 April 2022 16:38 WIB
Wapres Ma’ruf Amin mengingatkan saat ini semakin banyak negara-negara di dunia yang mengembangkan pasar syariah global.
Banyak Negara Kembangkan Pasar Syariah, Wapres: Jangan Terlena, Buat Terobosan (Dok.MNC)
Banyak Negara Kembangkan Pasar Syariah, Wapres: Jangan Terlena, Buat Terobosan (Dok.MNC)

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengingatkan saat ini semakin banyak negara-negara di dunia yang mengembangkan pasar syariah global. Oleh karena itu, Indonesia harus terus menciptakan terobosan untuk meningkatkan ekosistem syariah agar tidak kalah dengan negara lain.

“Perlu kita cermati pula bahwa negara-negara lain kini semakin giat memperbesar porsinya di pasar syariah global. Saya harap kita tidak terlena dengan berbagai pencapaian yang ada, tetapi terus menciptakan terobosan demi terobosan menuju satu misi yang sama,” tegas Wapres dalam keterangannya, Kamis (21/4/2022).

Apalagi, kata Wapres, faktor permintaan (demand) di sektor ekonomi dan keuangan syariah terus menunjukkan tren peningkatan. Peningkatan permintaan tersebut didorong oleh bertambahnya generasi muda muslim, bangkitnya ekonomi negara-negara Islam, tumbuhnya kesadaran dan gaya hidup halal, hingga tingginya penetrasi internet dan pangsa ekonomi digital di banyak negara, termasuk Indonesia.

Beragam fenomena tersebut, kata Wapres, menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku pasar ekonomi dan keuangan syariah global dari sisi supply atau produsen. Begitu pun visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia, dibangun di atas kesadaran bahwa sektor ini memiliki prospek menjadi penopang ekonomi nasional, dan posisinya di tingkat global semakin diperhitungkan.

“Tantangan bagi kita justru terletak pada pemenuhan aspek supply, yaitu bagaimana agar permintaan pasar yang begitu besar ini tidak jatuh ke kantong negara lain, tetapi membawa berkah bagi perekonomian bangsa dan kesejahteraan umat,” katanya.

Oleh karena itu, Wapres menekankan pentingnya peran dan partisipasi aktif seluruh pihak dalam mewujudkan visi bersama ini. Pemerintah bersama dengan otoritas keuangan dalam Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus berkomitmen mengembangkan ekosistem dan bauran kebijakan agar ekonomi dan keuangan syariah kian tumbuh.

“Saya kerap menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang harus terus diperluas dengan melibatkan lintas sektor dan pemangku kepentingan, mengingat ekosistem yang kita kembangkan pun cukup kompleks,” paparnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD