AALI
9575
ABBA
240
ABDA
0
ABMM
2340
ACES
780
ACST
168
ACST-R
0
ADES
6925
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
175
ADRO
2930
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
685
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1050
AKSI
292
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.53
-0.57%
-3.08
IHSG
6962.47
-0.49%
-33.98
LQ45
1002.05
-0.55%
-5.59
HSI
22174.96
-1.09%
-244.01
N225
26808.88
-0.89%
-240.59
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
867,540 / gram

BMKG Sebut Penentu Awal Dzulhijjah 1443 H Saat Matahari Terbenam di 29 Juni 

SYARIAH
Binti Mufarida
Senin, 20 Juni 2022 13:10 WIB
BMKG memastikan penentuan awal bulan Zulhijah 1443 Hijriah saat matahari terbenam pada 29 Juni 2022 mendatang.
BMKG memastikan penentuan awal bulan Zulhijah 1443 Hijriah saat matahari terbenam pada 29 Juni 2022 mendatang.
BMKG memastikan penentuan awal bulan Zulhijah 1443 Hijriah saat matahari terbenam pada 29 Juni 2022 mendatang.

IDXChannel -  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan penentuan awal bulan Dzulhijjah 1443 H saat matahari terbenam pada 29 Juni 2022 mendatang. Awal bulan Dzulhijjah ini akan menentukan Hari Raya Idul Adha 1443 H yang diperingati setiap tanggal 10 bagi umat muslim.

Dalam hal ini, BMKG sebagai institusi pemerintah yang salah satu tugas pokok dan fungsinya  yakni memberikan pelayanan tanda waktu dan posisi bulan dan matahari. BMKG pun memberikan pertimbangan secara ilmiah kepada stakeholder (Kementerian Agama, dll) dalam penentuan awal bulan Hijriyah.

“BMKG (akan) melaksanakan rukyat (observasi) hilal di 27 lokasi di Indonesia yang dapat disaksikan secara online (Live Streaming) di kanal www.hilal.bmkg.go.id,” dikutip dari laman resmi BMKG, Senin (20/6/2022).

Untuk penentuan awal bulan Dzulhijjah1443 H, BMKG menyampaikan informasi data-data Hilal (hasil Hisab) saat Matahari terbenam, yang dapat digunakan juga dalam pelaksanaan Rukyat (Observasi) Hilal.

BMKG mengatakan dari konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ yang merupakan peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi. “Peristiwa ini akan kembali terjadi pada hari Rabu, 29 Juni 2022 M, pukul 02.52.02 UT atau pukul 09.52.02 WIB atau pukul 10.52.02 WITA atau pukul 11.52.02 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 97,379°,” katanya.

BMKG juga mengungkapkan di wilayah Indonesia pada tanggal 29 Juni 2022, waktu matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.30.52 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.56.01 WIB di Sabang, Aceh.

“Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam tanggal 29 Juni 2022 di wilayah Indonesia,” jelasnya.

Berdasarkan hal-hal di atas, BMKG mengatakan secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Dzulhijjah 1443 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Juni 2022.

“Dan bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Dzulhijjah 1443 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 29 Juni 2022 tersebut,” ungkap BMKG. 

(NDA)  

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD