Tak hanya bagi lansia, para jamaah haji perempuan pun mendapatkan layanan dari petugas haji Indonesia Daker Bandara. Layanan tersebut berupa akses konsultasi dari petugas bimbingan ibadah perempuan.
“Untuk layanan ramah perempuan, cenderung untuk program bimbingan ibadah terkait fiqih perempuan. Jamaah haji kita banyak perempuan, mereka perlu konsultasi fiqih perempuan itu harusnya kepada petugas pembimbing ibadah perempuan,” katanya.
Layanan ini tak hanya didapatkan di Bandara Madinah, namun juga Bandara Jeddah dan sejumlah daker seperti Madinah dan Makkah. Berdasarkan data, dari total 203.320 orang jamaah haji reguler Indonesia, sekitar 80 persen masuk dalam kategori risiko tinggi.
Sebanyak 33 ribu orang dari jumlah tersebut merupakan jamaah lansia di atas usia 65 tahun. Sedangkan jamaah perempuan jumlahnya mencapai 56 persen dari total 221 ribu jamaah Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci.
(Dhera Arizona)