AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
790
ACES
1495
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1080
ADMF
8225
ADMG
163
ADRO
1180
AGAR
446
AGII
1175
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
78
AIMS
288
AIMS-W
0
AISA
286
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
462
AKRA
3170
AKSI
0
ALDO
705
ALKA
240
ALMI
226
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/04/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
481.26
-0.43%
-2.10
IHSG
6064.27
-0.36%
-21.99
LQ45
904.07
-0.4%
-3.60
HSI
28967.83
-0.01%
-1.88
N225
29646.28
-0.13%
-37.09
NYSE
16186.29
0.43%
+69.49
Kurs
HKD/IDR 1,876
USD/IDR 14,590
Emas
835,960 / gram

Dukung Indonesia jadi Pusat Ekonomi Keuangan Syariah Dunia, IDX Channel Gelar Sharia Fair 2021

SYARIAH
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 05 April 2021 08:00 WIB
IDX Channel menggelar event Sharia Fair 2021 secara virtual dengan tema “Indonesia Menuju Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia” pada 5-6 April 2021.
Dukung Indonesia jadi Pusat Ekonomi Keuangan Syariah Dunia, IDX Channel Gelar Sharia Fair 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - IDX Channel menggelar event Sharia Fair 2021 secara virtual dengan tema “Indonesia Menuju Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia” pada 5-6 April 2021.

Pada hari pertama Event ini mengangkat tema “Potensi Ekonomi Dan Keuangan Syariah Indonesia”  menghadirkan Keynote Speech Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sekaligus Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo dan Direktur Ekonomi dan Keuangan Syariah CORE Indonesia Ebi Junaidi 

Pada sesi kedua Sharia Fair 2021 mengangkat tema “Menyongsong Kebangkitan Perbankan Syariah” dengan narasumber, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 1 OJK Teguh Supangkat, Wakil Direktur Utama 2 PT Bank Syariah Indonesia Tbk  Abdullah Firman Wibowo, Ketua Bidang Ekonomi Syariah Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Sholahudin Al Aiyub  serta Pengamat Perbankan Syariah Institut Pertanian Bogor Irfan Syauqi Beik.

Hari kedua Sharia Fair 2021 juga tidak kalah menarik, pada sesi pertama mengangkat tema “Pasar Modal Syariah, Sarana Investasi Amanah” dengan keynote Speech Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso  dan  narasumber Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia Samsul Hidayat , Direktur Utama PT Trimegah Asset Management Antony Dirga  dan CEO Ajaib Group Anderson Sumarli

Sementara itu pada sesi kedua mengangkat tema “Menata Pariwisata Dan Produk Halal Indonesia” dengan narasumber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri perdagangan Muhammad Lutfi, Direktur Produk Halal KNEKS Afdhal Aliasar dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kosmian pudjiadi. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan beroperasinya PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Kehadiran bank syariah ini diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri syariah di tanah air. Sebagai catatan, ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air baru sebesar 7 hingga 8 persen dari potensi yang ada.

Bahkan keuangan syariah diperbankan masih berkisar dia angka 6 hingga 7 persen. Bank Syariah Indonesia sendiri merupakan entitas baru hasil penggabungan tiga bank syariah yang sudah ada sebelumnya, yang merupakan anak usaha dari bank bumn yakni PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syriah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah.

Pembentukan satu entitas baru Bank Syariah milik negara ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah.

Pengembangan tersebut menjadi penting jika melihat status Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Hal ini juga didukung oleh perkembangan ekonomi syariah yang terus meningkat setiap tahunnya, dimana berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy, sektor ekonomi syariah Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat berarti tiap tahunnya. 

Adapun tahun 2018, ekonomi syariah Indonesia tercatat masih berada di peringkat ke-10 dunia. Setahun kemudian, naik menjadi peringkat ke-5, dan tahun 2020 Indonesia telah berada pada posisi 4 dunia.

Direktur IDX Channel Apreyvita Wulansari mengatakan tahun 2021 merupakan tahun penting bagi perkembangan industri syariah di tanah air.

Hal ini didorong dengan sejumlah penguatan  Salah satunya dmelalui Perpres Nomor 28 Tahun 2020, yaitu dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

“Tahun ini menjadi momentum yang baik bagi perkembangan industri keuangan syariah ditanah air," katanya Senin (5/4/2021).

IDX Channel Sharia Fair 2021 sendiri bertujuan untuk mendukung rencana pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia, serta membantu industri produk syariah untuk lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan juga dunia. Agar industri syariah Indonesia dapat semakin berjaya dan meningkatkan perekonomian nasional.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD