AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Jelang Haji 2022, Kemenkes Ungkap Penyebab Kematian Tertinggi Jamaah RI di Arab Saudi 

SYARIAH
Dani Adil
Kamis, 19 Mei 2022 12:59 WIB
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan ungkap dua penyakit penyebab kematian tertinggi jamaah haji saat di Arab Saudi.
Jelang Haji 2022, Kemenkes Ungkap Penyebab Kematian Tertinggi Jamaah RI di Arab Saudi  (Dok.MNC)
Jelang Haji 2022, Kemenkes Ungkap Penyebab Kematian Tertinggi Jamaah RI di Arab Saudi  (Dok.MNC)

IDXChannel - Jamaah haji Indonesia diminta untuk memperhatikan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini. 

Terlebih lagi, puncak ibadah haji tahun ini terjadi pada bulan Juli 2022, yang di mana cuaca di Arab Saudi cukup panas diprediksi 40 derajat celcius.

Angka kematian jamaah haji Indonesia terbilang cukup tinggi. Ternyata, ada dua penyebab kematian tertinggi jamaah haji Indonesia. 

"Dua penyakit penyebab kematian tertinggi adalah kardiovaskuler dan respiratory disease. Namun ada faktor lain, kelelahan menjadi faktor utama penyebab kematian jamaah," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Menurut catatannya, angka kematian jamaah haji Indonesia dalam 10 tahun terakhir relatif tinggi mencapai 2 permil atau sekitar 2 kematian per 1.000 jamaah.

Dengan kuota jamaah sekitar 220 ribu pada 2019, maka sekitar 300-400 jamaah yang meninggal per tahunnya.

Angka kematian jamaah haji Indonesia lebih tinggi dibandingkan Malaysia yang mencapai 1 permil dan India 0,3 permil. Pemerintah menargetkan menurunkan angka kematian jamaah haji menjadi 1 permil di tahun ini atau sekitar 1 kematian per 1.000 jamaah haji. 

Untuk itu, para jamaah haji perlu diedukasi agar tidak memaksakan ibadah yang berlebihan terutama bagi mereka yang punya komorbid sebelum puncak haji.

"Maka saya minta edukasi jamaah kita. Kenapa banyak yang tumbang saat wukuf? Setelah kita gali banyak jamaah sebelum wukuf melakukan aktivitas yang berlebihan," katanya.

Pihaknya meminta khususnya bagi para petugas haji layanan kesehatan untuk mengedepankan fungsi edukasi dan promotive, khususnya kepada jamaah haji yang sudah memiliki komorbid dan masuk sebagai jamaah haji risiko tinggi (risti).

“Dengan begitu kondisi fisik mereka terjaga, sehingga mudah mudahan kondisi Kesehatan jamaah pun bisa terjaga sampai nanti pulang ke Tanah Air," katanya.

Petugas kesehatan haji telah dibekali dengan Rencana Operasional (Renops) penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2022 untuk menjalankan tugas di tanah suci.

Di mana dalam Renops, petugas kesehatan dibagi menjadi tujuh tim, yang terdiri dari Tim Surveilans, Emergency medical team, Tim Promosi Kesehatan, Tim Mobile Bandara, Tim Sanitasi dan Food security, Tim Logistik dan bekal Kesehatan, dan Tim Kantor Kesehatan Haji Indonesia.

Renops merupakan petunjuk bagi petugas dalam bekerja. Setiap tim sudah memiliki tugas, fungsi dan tanggung jawab masing masing, dan keterkaitan antar tim kerja. Sehingga tim dapat bekerja lebih optimal dalam rangka mencapai target tujuan pelayanan kesehatan haji.

"Contoh untuk Renops tim surveilans, day by day harus ada laporan audit kematian mulai dari penyebab dan lain-lain sehingga dapat tergambar dengan baik, terlebih saat mendekati critical period," katanya.

Di tempat yang sama, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo memberikan pesan khusus kepada tim Media Center Haji (MCH) 1443 H/2022 M.

Wibowo meminta tim MCH tidak bosan memberikan informasi edukatif terkait penyelenggaraan ibadah haji kepada jamaah.

"Edukasi dan utamakan jamaah. Kita semua adalah petugas," kata Wibowo.

Edukasi ini sangat penting, lanjutnya, karena jamaah Indonesia sangat beragam, baik tingkat usia, pendidikan, bahkan pengalaman bepergian. Kebiasaan mereka juga berbeda-beda. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD